Minggu, 14 Desember 2008

Iman kepada Takdir


"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan (semua mahluk) dan menyempurnakannya, yang memberi takdir kemudian mengarahkan(nya)" (QS Al-A'la [87]: 1-3).

sekilas jika kita membaca dan memahaminya, tentu ada peluang besar bagi kita untuk merubah takdir kita. 

bisakah itu ? 

Alhamdulillah kita di takdirkan lahir di dalam ajaran agama islam, bagaimana jika tidak ? 

apakah orang yang terlahir dikalangan orang - orang yang tidak percaya dengan adanya tuhan itu dapat dipersalahkan ? 

sedikit memahami takdir bisa kamu baca disini 

 

Jumat, 21 November 2008

5 Kiat Membersihkan Hati



1. Tilawatil Qur’an (Membaca Al-quran)

Al-quran merupakan petunjuk dan pedoman.

2. Dzikrullah (berdzikir, mengingat Allah)

Di manapun, kapanpun, dan di waktu yang khusus.

3. Sholat

Menyempurnakan yg wajib, memperbanyak yg sunnah.

4. Tawakkal

Menyerahkan segala urusan kepadaNya, berusaha menjadikan diri dan hati merasa aman bersamaNya

5. Sholawat kepada baginda nabi Muhammad SAW

Sebagai bukti kecintaan, mengharap syafaat.

8 Kiat Meningkatkan Keimanan

Iman kita mungkin sudah mulai luntur, ada beberapa kiat untuk meningkatkan kembali keimanan kita kepada Allah SWT. 

1. Qiyamullail. Menghidupkan malam dengan shalat tahajjud dan membaca Al-Qur`an. 

2. Menunaikan shalat shubuh berjamaah dan tepat waktu.
3. Membaca dan mentadaburkan Al-Qur`an. Sesungguhnya hati manusia itu membutuhkan siraman Al-Qur`an untuk memperoleh ketentraman dan ketenangan.
4. Menjauhi makanan dan minuman yang haram atau syubhat. 
5. Tekun bekerja karena Allah. 
6. Muraqabatullah (selalu merasa diawasi Allah).
7. Memberi manfaat kepada orang lain (nafi’un lighairihi). 
8. Berjihad di jalan Allah. 

5 Kiat Syukur

Sudahkah anda bersyukur ? 

ada 5 kiat bersyukur 

(aa Gym) 

1. Hati yakin semua nikmat hanyalah dari Allah, selain Allah itu hanyalah jalan untuk mendapatkan nikmat Allah.


2. Doa Alhamdulillah, lisan selalu memuji Allah. Hilangkan diri dari keinginan dipuji, karena semua yang membuat kita dipuji pastilah sumbernya Allah. Cerdas otak milik Allah, Kaya harta titipan Allah, ingin bersyukur pujilah Allah, kembalikan kepada Allah

3. Orang yang bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling berterimakasih kepada sesama. Makin sering mengingat jasa orang, makin ingin berterimakasih, makin termasuk ahli syukur, dan itulah yang mengundang nikmat

4. Gunakan semua pemberian Allah untuk mendekat kepada pemberiNya.

5. Ceritakan nikmat ini, bukan agar kita dipuji tapi agar semua orang ingat kepada Allah yang Maha Terpuji.

Makna Bersih

(oleh AA Gym)

1. BERSIH ITU INDAH

Kita semua amat menyukai keindahan, dan ternyata kebersihan adalah salah satu kunci keindahan, apapun yang bagus dan indah akan segera pudar keindahannya ketika dibiarkan kotor tak terawat, baju bagus yang kotor tak indah, gigi yang rapi tapi kotor kuning juga jadi jelek, tubuh yang bagus namun kotor tak akan disukai, rumah yang megah dan kotor akan menjadi kumuh, demikianlah kotor selalu memperjelek sesuatu, termasuk kata kata kotor, pikiran kotor , perilaku yang kotor , harta yang kotor terutama sekali hati yang kotor akan memperburuk dan menghinakan seseorang 

2. BERSIH ITU SEHAT

Kita semua ingin hidup sehat karena kesehatan yang baik membuat kita lebih bisa menikmati hidup ini, dan Alloh memperlihatkan bahwa tempat, makanan, pakaian, atau pola hidup termasuk harta yang tak bersih alias kotor bisa menjadi racun yang amat mudah mengundang pelbagai penyakit baik penyakit lahir dan penyakit bathin. Dengan kata lain siapapun yang tak serius menjaga kebersihan adalah sama dengan membiarkan penyakit akan menyerang, membuat hidup berpenyakit berarti membuat hidup tak ternikmati, tak produktif ,hidup yang sengsara dan menyengsarakan.

3. BERSIH ITU MENYENANGKAN
kita amat menikmati suasana yang bersih, rapih teratur,nyaman dan menyenangkan, bernafas lega, pikiran menjadi ringan, pandangan mata sejuk, hatipun serasa lapang, akan terasa kepuasan bathin tersendiri, namun sangat berlainan halnya bila kita berada di tempat yang kotor, bau, semrawut, berantakan, niscaya tak pernah merasakan kenyamanan, hati tak tentram , pikiran terasa kian pusing dan ruwet, urusan serasa bertambah, dan bencana bisa datang tiba tiba..

4. BERSIH ITU BERMARTABAT
kita sering merasa takjub, terkesan dan amat menghargai Negara yang bersih, masjid yang bersih, pribadi yang bersih dan memang kebersihan bisa menjadi alat ukur kualitas martabat kehidupan seseorang jua sebuah Negara. Begitu pula Negara yang amat kotor tak terurus , termasuk suasana dan pribadi kotor akan menjadi citra dan pamor yang buruk. Tampaknya, kebiasaan bersih atau kotor akan sangat menentukan martabat kita sendiri.

5. BERSIH ITU TANDA KEIMANAN
Nabi Muhammad Saw. begitu bersih lahir dan bathinnya, giginya dibersihkan setiap usai makan dan berwudhu, kukunya dan rambut yang terawat, , badannya yang harum, rumahnya yang bersahaja namun amat rapih dan bersih, bahkan untuk mendekat kepada Alloh lewat sholat diawali dengan mensucikan diri berwudhu.. luar biasa. Sungguh bertaburan ayat yang menunjukan kecintaan Alloh Swt. kepada hamba yang gemar mensucikan dirinya, bahkan yang kelak akan bisa berjumpa dengan Alloh ternyata adalah orang yang memiliki Qolbun saliim, hati yang bersih selamat. Rosulpun meyakinkan ummatnya bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan demikian kita bisa mengukur kadar keislaman dan keimanan dengan selera, upaya dan kecintaan kita terhadap kehidupan yang bersih, lahir maupun bathin.

Ciri - Ciri Orang Ikhlas

apakah kamu telah berlaku ikhlas ? 

koreksi dirimu sendiri, dan ini ciri - cirinya

(Oleh Aa Gym) 

1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,

Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian yang sempurna dari Allah SWT.

2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk
Sayyidina ’Ali pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak akan pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya kita itu sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada akan senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.

3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil
Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT.

4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia
Mungkin ketika kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan mengaji dengan enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat berjamaah apalagi sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal sendirian ? apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik, lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada kemungkinan amal kita belumlah ikhlas.

5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau organisasi
Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan dan penilaian dari keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun pengakuan dan penilaian makhluk, baik perorangan, organisasi atau instansi tempat kerja itu relatif dan akan senantiasa berubah, banyak orang yang pernah dianggap sebagai pahlawan namun seiring waktu berjalan adakalanya berubah menjadi sosok penjahat yang patut diwaspadai. Maka tiada penilaian dan pengakuan yang paling baik dan yang harus senantiasa kita usahakan adalah penilaian dan pengakuan dari Allah SWT.

Senin, 17 November 2008

5 Cara Mengendalikan Kemarahan

1. Membaca Ta'awwudz.

Rasulullah bersabda "Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu "A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim" "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk" (H.R. Bukhari Muslim).


2. Berwudlu.

Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).


3. Duduk.

Dalam sebuah hadist dikatakan"Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah" (H.R. Abu Dawud).


4. Diam.

Dalam sebuah hadist dikatakan "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (H.R. Ahmad).


5. Bersujud,

artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di

lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (H.R. Tirmidzi)